Kamis, 06 Desember 2012

POSISI MAKMUM LAKI-LAKI SENDIRIAN


SOAL JAWAB JAMA’AH RATIBUL KUBRO NOMOR 2
                                                                        
Pertanyaan
2. Dimana posisi makmum apabila imam dan makmum berdua
dalam jama’ah shalat ?

Jawab:
Posisi berada disisi KANAN IMAM mundur sedikit.

Keterangan dari kitab:
Al Majmu’, Syarah al Muhadzdzab karya Imam Nawawi, juz IV halaman 184, cetakan maktabah al irsyaad, Jeddah  
/ juz IV halaman 292, maktabah syamilah

Nashnya sebagai berikut:
السُّنَّةُ أَنْ يَقِفَ الْمَأْمُومُ الْوَاحِدُ عَنْ يَمِينِ الْإِمَامِ رَجُلًا كَانَ أَوْ صَبِيًّا
utawi sunnahe yentho ngadek sopo makmum siji ono ing sisih tengene Imam, podo ugo wong dewasa utowo bocah cilik

قَالَ أَصْحَابُنَا وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَتَأَخَّرَ عَنْ مُسَاوَاةِ الْإِمَامِ قَلِيلًا
Ashab kulo sedoyo (koncone Imam Nawawi. Pen) ngendiko:
lan disunnahake opo yentho mundur sitik sopo makmu saking ngepasi imam”

Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya  (juz I halaman 330, hadits nomor 3061 cetakan Mu`assasah Qurthubah, Kairo) meriwayatkan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ بَكْرٍ ، حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ أَبِي صَغِيرَةَ أَبُو يُونُسَ ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ ، أَنَّ كُرَيْبًا أخْبَرَهُ ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ ، قَالَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ ، فَصَلَّيْتُ خَلْفَهُ ، فَأَخَذَ بِيَدِي ، فَجَرَّنِي ، فَجَعَلَنِي حِذَاءَهُ ، فَلَمَّا أَقْبَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى صَلَاتِهِ ، خَنَسْتُ ، فَصَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا انْصَرَفَ ، قَالَ لِي : " مَا شَأْنِي أَجْعَلُكَ حِذَائِي فَتَخْنِسُ ؟ " ، فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، أَوَيَنْبَغِي لِأَحَدٍ أَنْ يُصَلِّيَ حِذَاءَكَ ، وَأَنْتَ رَسُولُ اللهِ الَّذِي أَعْطَاكَ اللهُ ؟ قَالَ : فَأَعْجَبْتُهُ ، فَدَعَا اللهَ لِي أَنْ يَزِيدَنِي عِلْمًا وَفَهْمًا
الحديث
Telah menceritakan kami. Abdullah bin Abu Bakar, telah menceritakan kami Hatim bin Abu Shaghirah Abu Yunus, dari Amr bin Dinar, sesungguhnya Kuraib mengkhabarkan dia,
Sesungguhnya Ibnu Abbas berkata, aku mendatangi Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wasallam  di akhir malam. lalu aku shalat di belakangnya. Beliau mengambil tanganku dan menariknya dan membuatku berada di sisinya (maksudnya di sisi sebelah kanan beliau).
Ketika beliau mulai masuk shalat, aku mundur. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat. Usai shalat, beliau berkata kepadaku:
"Ada apa denganku. Aku posisikan engkau di sisi (setara) denganku lalu engkau  mundur?"
Aku menjawab: "Wahai Rasulullah. Apakah layak bagi seseorang shalat sejajar denganmu sementara engkau adalah utusan Allah di mana Allah -subhanahu wa ta'alaa- telah memberimu ?”
Ibnu Abbas berkata: “Aku  membuat beliau, kemudian beliau berdoa kepada Allah agar Dia menambahkan ilmu dan kepahaman kepadaku.”

Hadits diatas bisa dijadikan dalil tentang  mundur sedikitnya makmum yang sendirian  dari posisi imam sebagai bentuk sikap santun terhadapnya.
Posisi mundur ini juga berfungsi untuk membedakan antara mana yang berstatus sebagai makmum dan mana yang berstatus sebagai imam.
Dan pujian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam terhadap  Ibnu Abbas (yang diwujudkan dalam bentuk mendoakan Ibnu Abbas) merupakan penghargaan terhadap sikap santun dan kesopanan Ibnu Abbas.
Sikap santun terhadap imam shalat inilah -lepas dari masalah apakah imamnya Rasulullah atau bukan- yang menjadi alasan utama beliau mendoakan Ibnu Abbas.
Dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak menyalahkan tindakan Ibnu Abbas tersebut diatas.

Imam Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj (juz II halaman 187, cetakan Daar al Fikr tahun 1404 H – 1984 M) menerangkan:


وَيُنْدَبُ لِلْمَأْمُوْمِ تَخَلُّفُهُ عَنْ إِمَامِهِ قَلِيْلًا عُرْفًا فِيْمَا يَظْهَرُ اِسْتِعْمَالًا لِلْأَدَبِ وَإِظْهَارًا لِرُتْبَةِ الْإِمَامِ عَلَيْهِ وَلَا يَزِيْدُ عَلَى ثَلَاثَةِ أَذْرُعٍ

Lan disunnahake kanggone makmum opo mundur sitik saking imame munurut kaprahe…, kerono nerapake adab lan nglahirake marang pangkate imam atas makmum.
Lan mundure ora luwih saking telung dzira’ ( 1 dzira = 48 Cm)

Link Musnad Ahmad:
http://islamport.com/d/1/mtn/1/89/3419.html

Link Kitab Majmu’:
http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=2377&idto=2390&bk_no=14&ID=1466

Link Kitab Nihayatul Muhtaj:


Wallaahu A’lam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar