Kamis, 06 Desember 2012

POSISI (MAKMUM) LAKI-LAKI YANG DATANG SETELAH MAKMUM LAKI-LAKI YANG PERTAMA


SOAL JAWAB JAMA’AH RoTIBUL KUBRO NOMOR 3

Pertanyaan:
Dimana posisi (makmum) laki-laki yang datang setelah makmum laki-laki yang pertama ?

Jawab:
Posisi berada disisi KIRI IMAM mundur sedikit.
Kemudian kedua makmum mundur, atau imam yang maju

Keterangan dari Kitab:
Al Muqaddimah al Hadhramiyyah halaman 93 / matan al Minhajul Qawim halaman 316, maktabah syamilah

Nashnya sebagai berikut:

وَيَقِفُ الذَّكَرُ عَنْ يَمِيْنِهِ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ فَعَنْ يَسَارِهِ
lan ngadek sopo (makmum) lanang ono ing tengene imam
Lamun teko sopo (makmum) kang weneh mongko (ngadek) ono ing kiwane imam


ثُمَّ يَتَقَدَّمُ الْإِمَامُ أَوْ يَتَأَخَّرَانِ وَهُوَ أَفْضَلُ

tumuli maju sopo imam, utowo mundur sopo karo-karone makmum, utawi mundur iku luwih utomo




Syeikh Muhammad Mahfuzh bin Abdullah Termas (1285 H – 1338 H) dalam kitab Mauhibah Dzil Fadhal juz III halaman 742, cetakan ke I tahun 1432 H – 2011 M , Daarul Minhaaj Jeddah, menjelaskan:

قَوْلُهُ أَوْ يَتَأَخَّرَانِ
dawuhe kiyai mushonnif:
AU  YATA`AKHHARAANI
utowo mundur sopo karone makmum

أَيْ اَلْمَأْمُوْمَانِ عَنِ الْإِمَامِ
tegese makmum loro mundur saking imam

قَالَ الْعَزِيْزِيُّ مَعَ انْضِمَامِهِمَا وَكَذَا يَنْضَمَّانِ لَوْ تَقَدَّمَ الْإِمَامُ
Syeikh al Azizi ngendiko: Sarto ngumpule / mepeti karone. Semono ugo ngumpul / mepet sopo karone lamun maju sopo imam 


Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya juz II halaman 601, cetakan Al Ma’arif Bandung (juz VIII halaman 232, hadits nomor 7705, maktabah syamilah):

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
قُمْتُ عَنْ يَسَارِ رَسُولِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- فَأَخَذَ بِيَدِى فَأَدَارَنِى حَتَّى أَقَامَنِى عَنْ يَمِينِهِ ثُمَّ جَاءَ جَبَّارُ بْنُ صَخْرٍ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ جَاءَ فَقَامَ عَنْ يَسَارِ رَسُولِ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِيَدَيْنَا جَمِيعًا فَدَفَعَنَا حَتَّى أَقَامَنَا خَلْفَهُ

Dari Jabir radhiyallaahu ‘anhu:
“…..aku datang dan berdiri di sebelah kiri Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam (yang sedang sholat) kemudian beliau mengambil tanganku dan memutarkan aku sehingga aku berdiri di sebelah kanan beliau.
Kemudian datang Jabbar bin Shokhr berwudlu’ kemudian berdiri di sebelah kiri Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam memegang tangan kami semua sehingga membariskan kami berada di belakang beliau…”


Catatan:
Hadits diatas juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya juz III halaman 326, hadits nomor 14536, cetakan Mu`assasah Qurthubah, Kairo (juz  XXII halaman 378, hadits nomor 14496, maktabah syamilah)

Berikut sanad dan matannya:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْمَغْرِبَ فَجِئْتُ فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ عَنْ يَسَارِهِ فَنَهَانِي فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَجَاءَ صَاحِبٌ لِي فَصَفَفْنَا خَلْفَهُ فَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ مُخَالِفًا بَيْنَ طَرَفَيْهِ

Telah menceritakan kami, Abu Bakar al Hanafi, telah menceritakan kami, Adh Dhahhak bin Utsman, telah menderitakan kami, Syurahbil, dari Jabir, berkata: Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam berdiri sholat Maghrib, lalu aku datang dan berdiri di samping kirinya. Maka beliau shollallahu ‘alaihi wasallam menarik diriku dan dijadikan di samping kanannya. Kemudian  sahabatku datang (untuk sholat), lalu kami berbaris di belakang beliau.

Hadits diatas juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Sunannya (juz I halaman 150, hadits nomor 634, cetakan ke I tahun 1410 H – 1990 M, Daar Al Fikr, Beirut Lebanon / juz I halaman 242, hadits nomor 634, maktabah syamilah)








Wallaahu A’lam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar